Select Page

Perusahaan pengiriman barang berbasis teknologi Anteraja menunjukan kinerja positif sepanjang 2019. Layanan Anteraja telah mengantarkan hingga lebih dari 100 ribu paket setiap hari. Sedangkan pada tahun ini, angkat tersebut ditargetkan naik tiga kali lipat menjadi 300 ribu paket per hari.

CEO Anteraja Suyanto Tjoeng mengatakan, untuk mengantarkan paketnya, Anteraja telah memiliki lebih dari 2.500 Satria, sebutan untuk kurir Anteraja.

Capaian kinerja ini, sebagai bukti serta tanggung jawab perusahaan yang mengedepankan teknologi dan penciptaan nilai tambah yang baru dalam kerjasama dengan seluruh share holder juga masyarakat Indonesia.

Guna semakin meningkatkan layanan, Anteraja berinovasi dengan meluncuran aplikasi yang sudah bisa di unduh di Play Store (Android) dan App Store (iOS).

Aplikasi smartphone diyakini bakal membuat pengiriman lebih efisien dan efektif, dimana permintaan penjemputan barang atau produk langsung dengan mudah dilakukan dan dapat langsung di pick up ditempat pengirim atau penjual yang ditentukan

“Peluncuran aplikasi Anteraja menandai inovasi kami dalam meningkatkan layanan kepada customer yang selaras dengan komitmen Anteraja untuk memberikan kemudahan untuk seluruh pelanggan dan memenuhi layanan pengiriman yang cepat, aman dan mudah,” ujar Suyanto Tjoeng dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Suyanto mengatakan, dengan pendekatan teknologi ini, Anteraja hadir untuk berpatisiparsi dalam membantu kebutuhan pengiriman barang yang pada akhirnya berperan penting dalam perkembangan perkonomian, terutama industri ekonomi kecil dan menengah di Indonesia, yang mengacu pada platform digital.

“Dengan sistem dan kecangihan teknologi yang kami miliki, Kami akan selalu berkomitmen untuk memberikan kemudahan dan layanan terbaik agar dapat terus berpatisipasi dalam perkembangan ekonomi Indonesia, terutama yang berbasis digital,” ujar Suyanto.

Dia optimis dengan peluang ekonomi Indonesia yang terus tumbuh dan keunggulan teknologi yang terus dikembangkan, akan berdampak pada kepercayaan masyarakat Indonesia pada perusahaan.

Minimarket waralaba Alfamart kini tengah mengembangkan bisnisnya. Tidak hanya di retail produk saja, Alfamart kini juga mencoba peruntungan di jasa ekspedisi yang dinamakan Alfatrex.

Salah satu yang dibidik Alfatrex yaitu pesatnya bisnis Unit Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Terlebih masifnya penggunaan jasa e-commerce dan penjualan online di media sosial, yang memudahkan pelanggan dari berbagai daerah untuk mendapatkan produk jualan UMKM.

Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi salah satu daerah untuk pengembangan jasa ekspedisi pendatang baru ini. Ada sekitar 500 toko Alfamart yang tersebar di Palembang, yang memudahkan para pelanggan untuk mengantar dan mengambil paketnya.

Untuk lebih mendekatkan diri ke UMKM di Palembang, Alfatrex menggelar sosialisasi dan edukasi melalui program Melek Digital, yang digelar di Eat Bos Palembang, pada hari Selasa (17/12/2019) lalu.

Manager Marketing Alfatrex Ferdian Hadi Putra mengatakan, Alfatrex melalui program melek digital, mempunyai mimpi dan harapan untuk mengajak UMKM go digital.

“Sebagai perusahaan logistik di Indonesia, kami ingin ikut bereran serta dalam memajukan UMKM di Indonesia, khususnya di Kota Palembang. Apalagi, pengguna internet di Kota Palembang terbesar kedua di Sumatera,” ujarnya, Jumat (20/12/2019).

Saat ini ada sekitar 500 toko Alfamart di Kota Palembang, yang akan melayani jasa logistik pelanggannya. Namun untuk di awal, managemen Alfatrex akan melakukan pelatihan berjangka ke para karyawannya.

Source : Liputan 6